BALAM.ID, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya industri kecil dan menengah (IKM), untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung Ahmad Husna mengatakan, hingga 2026 terdapat lebih dari 740 pelaku IKM yang terdaftar dan seluruhnya masih aktif berproduksi.
“Alhamdulillah, pada tahun 2026 seluruh UMKM dan industri kecil menengah yang terdata tersebut aktif,” kata Ahmad Husna,
Menurutnya, jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang tercatat sekitar 600 IKM dan UMKM. Para pelaku usaha juga secara bertahap melengkapi legalitas, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal.
Aktivitas perdagangan di Bandar Lampung, kata Husna, juga menunjukkan peningkatan. Produk UMKM tidak hanya dipasarkan di dalam kota, tetapi mulai menjangkau sejumlah daerah di luar Bandar Lampung.
Sektor makanan olahan dan produk turunannya menjadi salah satu bidang usaha yang paling banyak digeluti pelaku IKM. Produk tersebut juga banyak diminati wisatawan dari luar Lampung.
Pemkot Bandar Lampung turut mendukung UMKM melalui program pinjaman bersubsidi dengan bunga nol persen. Dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari 50 pelaku UMKM telah menerima maupun sedang mengikuti proses pengajuan pinjaman.
Husna menyebut pihaknya belum memiliki data pasti mengenai total perputaran uang dari 740 IKM tersebut karena belum tersedia data omzet masing-masing pelaku usaha.
Meski demikian, aktivitas produksi, pemasaran, dan perdagangan yang berlangsung setiap hari menunjukkan sektor UMKM masih berjalan dan turut menggerakkan perekonomian masyarakat”, tutupnya.





