BALAM.ID, BANDAR LAMPUNG — Penanggung jawab lapangan PT Asmi Hidayat, Iqbal, membantah anggapan bahwa ambruknya pekerjaan trotoar disebabkan kurangnya perencanaan maupun tidak adanya bekisting dalam pelaksanaan pekerjaan beton.
Iqbal menjelaskan, kebutuhan bekisting telah terakomodasi dalam pekerjaan beton. Meski istilah “bekisting” tidak tercantum secara spesifik dalam analisa, terdapat komponen perancah dan paku yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan di lapangan.
“Secara pekerjaan, bekisting itu sudah ter-cover dalam item beton. Di analisa memang tidak disebutkan secara spesifik, tetapi perancah dan paku tercantum dan digunakan di lapangan,” ujar Iqbal.
Ia juga menegaskan material kayu balok yang digunakan untuk bekisting merupakan material baru berukuran 6/12 dan 5/5. Menurutnya, material yang tersimpan di lokasi tidak dapat langsung disimpulkan sebagai material bekas yang digunakan dalam pekerjaan utama.
Perancah Roboh karena Masalah Tumpuan
Terkait robohnya perancah sebelumnya, Iqbal mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi. Hasilnya, persoalan disebut bukan pada kekuatan perancah, melainkan kondisi tumpuan yang berada di atas fondasi batu belah existing dan tidak mampu menahan beban beton.
“Permasalahannya adalah tumpuan perancah berada di atas fondasi batu belah existing yang ternyata tidak mampu menerima beban beton,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya membuat fondasi batu belah baru untuk menjadi tumpuan perancah pada titik pekerjaan berikutnya.
Iqbal juga menjelaskan penggunaan plastik cor yang menurutnya dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis untuk mencegah air semen merembes dan menjaga mutu beton, meski item tersebut tidak tercantum secara spesifik dalam analisa.
Ia menilai, perbedaan antara uraian dalam analisa dan pelaksanaan di lapangan perlu dilihat secara proporsional. Menurutnya, kekurangan detail dalam analisa tidak serta-merta berarti pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan.
“Kalau persoalannya analisa tidak menjabarkan bekisting secara spesifik, itu bisa dibahas. Tapi jangan disimpulkan bahwa bekisting tidak ter-cover atau tidak dilaksanakan. Secara fisik pekerjaan tersebut memang kami laksanakan di lapangan,” tutupnya.





