Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026

Prof. Dr. Hamzah Dorong Penguatan Integritas dan Soliditas Unila

Penulis: 2 menit baca

BALAM.ID, BANDAR LAMPUNG — Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, integritas, dan soliditas sivitas akademika.

Salah satu kandidat, Prof. Dr. Hamzah, SH, MH, menilai Unila perlu terus membangun kembali kepercayaan publik melalui penerapan good university governance yang transparan dan berintegritas.

Guru Besar Ilmu Hukum Perdata Fakultas Hukum Unila yang juga Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unila itu menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan, pembangunan, serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurut Hamzah, kepemimpinan Unila juga perlu meneladani integritas rektor pertama Unila, Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad. Ia menilai keteladanan tersebut menunjukkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan untuk kepentingan institusi, bukan pribadi.

Selain integritas, Hamzah menekankan pentingnya kebersamaan antarfakultas. Dengan sekitar 1.309 dosen aktif dan sekitar 171 guru besar atau profesor yang tersebar di delapan fakultas, Unila dinilai memiliki modal sumber daya manusia yang besar untuk dikembangkan secara kolaboratif.

Hamzah juga mendorong penguatan konsep link and match antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
Ia mencontohkan Fakultas Pertanian yang dapat memperkuat hilirisasi hasil riset untuk mendukung sektor pangan dan perkebunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat berperan dalam aspek bisnis dan pemasaran, Fakultas Hukum dalam regulasi, sedangkan Fakultas Teknik dapat mengembangkan teknologi yang mendukung produktivitas masyarakat.

“Unila bukan hanya milik rektor, profesor, dosen, mahasiswa atau tenaga kependidikan. Unila adalah rumah besar ilmu pengetahuan di Lampung,” ujar Hamzah.

Hamzah menyatakan siap mengabdikan pemikiran dan tenaganya untuk memperkuat tata kelola, integritas, serta kontribusi Unila bagi masyarakat Lampung dan pembangunan nasional.

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin perguruan tinggi tidak hanya diukur dari masa jabatannya, tetapi juga dari jejak dan perubahan positif yang ditinggalkan bagi institusi”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *