Damkarmart Mencatat 102 Kejadian Kebakaran Dari Januari Hingga Juni

  • Bagikan

BALAM.ID – BANDAR LAMPUNG
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat, sepanjang periode 1 januari hingga Juni ada 102 kejadian kebakaran tahun 2026.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan bahwa dari ratusan peristiwa tersebut tidak terdapat korban meninggal dunia. Namun, sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan 42 jiwa atau 18 kepala keluarga terdampak langsung akibat kebakaran.

“Total luas area yang terbakar mencapai 2.315 meter persegi dengan taksiran kerugian materiil sebesar Rp 1,262 miliar,” ujar Anthoni, Senin (8/6/2026).

Untuk menangani seluruh kejadian kebakaran tersebut, Damkarmat Kota Bandar Lampung mengerahkan 188 unit mobil pemadam dan 146 tangki mobil air. Berdasarkan data yang dihimpun, April menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi selama semester pertama 2026.
Pada bulan tersebut tercatat 42 kasus kebakaran atau hampir 41 persen dari total kejadian yang terjadi sepanjang tahun berjalan.

Lonjakan kasus pada April juga diikuti tingginya nilai kerugian yang mencapai Rp 823,5 juta, terbesar dibandingkan bulan lainnya. Selain itu, luas area yang terbakar mencapai 728 meter persegi.
Dalam proses penanganannya, petugas mengerahkan 60 unit mobil pemadam dan 37 tangki air, jumlah tertinggi sepanjang periode pelaporan.

Meski demikian, dampak terhadap warga justru menjadi yang tertinggi dengan 21 jiwa atau tujuh kepala keluarga terdampak akibat kebakaran.

Kerugian akibat kebakaran pada Mei ditaksir mencapai Rp 288,55 juta dengan luas area terbakar mencapai 682 meter persegi.

Adapun pada pekan pertama Juni 2026, tepatnya hingga 7 Juni, telah terjadi 10 kasus kebakaran.

Peristiwa tersebut berdampak pada tiga jiwa dari satu kepala keluarga dan menyebabkan satu orang mengalami luka-luka.

Dari sisi objek yang terbakar, bangunan penduduk menjadi salah satu kategori yang paling rentan.

Tercatat 16 kejadian awal kebakaran terjadi pada bangunan penduduk dan mengakibatkan 19 unit bangunan terbakar.

Anthoni menjelaskan, faktor korsleting atau gangguan instalasi listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Bandar Lampung sepanjang 2026. Data Damkarmat menunjukkan sebanyak 70 kejadian kebakaran dipicu oleh faktor listrik. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penyebab lainnya.

Sementara itu, faktor lain-lain menjadi penyebab 17 kejadian kebakaran, disusul kompor sebanyak delapan kasus, pembakaran sampah enam kasus, serta satu kejadian yang dipicu oleh puntung rokok”, kata dia.

Melihat tingginya kasus akibat korsleting listrik, Anthoni mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah terjadinya kebakaran.

“Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala sangat penting untuk meminimalkan risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran,” tutupnya.

banner 600x330
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *