BALAM.ID – BANDAR LAMPUNG Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menyoroti, belum adanya data komprehensif terkait kondisi infrastruktur sekolah di kota setempat. Minimnya data dinilai menghambat penentuan prioritas pembangunan di sektor pendidikan.
Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima data rinci dari Dinas Pendidikan, mengenai kondisi sarana dan prasarana sekolah. Padahal, keberadaan peta infrastruktur merupakan dasar penting untuk, menetapkan program pembangunan yang tepat sasaran.
Menurutnya, dengan ketersediaan data yang lengkap dan terstruktur, pemerintah dapat menentukan sekolah mana yang harus, menjadi prioritas utama dalam perbaikan sarana pendidikan.
Komisi IV juga menyoroti kondisi fasilitas belajar seperti kursi dan meja di sejumlah sekolah, khususnya di wilayah pinggiran seperti Sukarame dan Kemiling. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, masih banyak peralatan sekolah yang dinilai tidak layak pakai.
Selain masalah infrastruktur, Asroni menegaskan masih belum meratanya distribusi tenaga pendidik di Bandar Lampung. Ia menyebut adanya penumpukan guru di beberapa sekolah tertentu, sementara sekolah-sekolah di kawasan pinggiran justru kekurangan tenaga pengajar.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyoroti belum tercapainya Angka Partisipasi Kasar (APK) yang tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah. Asroni menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut terhadap siswa-siswa yang tidak terdata.
Dalam pernyataannya, Asroni kembali menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Bandar Lampung mendorong Dinas Pendidikan segera menyusun peta infrastruktur dan data pendidikan secara menyeluruh. Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan master plan pendidikan yang lebih matang dan terarah di Kota Bandar Lampung.














