BALAM.ID – BANDAR LAMPUNG
Warga Gulak Galik Terancam Banjir Gara-gara Ini, Proyek perbaikan drainase di Kelurahan Gulak Galik, Kota Bandarlampung, menimbulkan tanda tanya besar.
Selain pengerjaannya yang terpaksa “melompati” rumah warga karena belum ada kesepakatan, sang pelaksana justru mengaku proyek ini hanyalah pengalihan sisa volume demi menghindari temuan audit.
Pemandangan janggal terlihat di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Telukbetung Utara, Senin siang. Pembangunan drainase di kawasan ini tidak tersambung sempurna, namun “melompati” dua rumah warga, termasuk kediaman Ketua RT 08, Mardiah.
Akibatnya, terjadi penyempitan saluran atau bottleneck karena sisa bangunan lama tidak sejajar dengan drainase baru. Genangan air pun mulai muncul di lokasi ini.Ironisnya, proyek ini ternyata hanyalah tambalan.
Saat dikonfirmasi terpisah, pelaksana proyek bernama Meri mengakui, pengerjaan di Jalan Dewi Sartika dilakukan hanya untuk menutup kekurangan volume sekitar 32 kubik dari proyek utama di Gang Langgar.
Hal ini dilakukan demi menghabiskan anggaran dan menghindari temuan audit korupsi jika volume tidak tercapai. Karena dikejar target waktu, Meri mengaku tidak bisa menyanggupi permintaan warga untuk biaya tukang rekondisi teras, dan hanya menawarkan bantuan material.
Lebih mengherankan lagi, saat ditanya soal pagu anggaran dan nama perusahaan, Meri mengaku lupa dan belum membuka kembali rencana anggaran biaya. Sementgara di lapangan tidak ditemukan plang nama proyek.
Dugaan ketidakjelasan teknis dan administrasi ini kini mengorbankan warga yang justru terancam banjir akibat aliran air yang tersumbat di tengah permukiman padat penduduk.














