BALAM.ID – BANDAR LAMPUNG Pemkot Bandar Lampung mulai mempersiapkan sektor pariwisata, diantaranya perhotelan. Destinasi wisata transportasi, hingga UMKM untuk menyambut lonjakan peserta Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 yang digelar di Masjid Al Hijrah, Kota Baru, Lampung Selatan, pada 28–30 November 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Bandarlampung, Adiansyah, mengatakan bahwa Bandarlampung berpotensi menjadi pusat hunian bagi para jemaah yang tidak menginap dilokasi acara, mengingat jaraknya yang sangat dekat dengan kota bandar lampung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan IHGMA Lampung, pengelola destinasi wisata, serta pelaku UMKM. Hotel dan penginapan diminta meningkatkan kesiapan fasilitas, sdm dan promosi,” kata Adiansyah, Senin (24/11).


Adiansyah menambahkan kegiatan ini juga akan membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, terutama produk oleh-oleh khas Lampung seperti tapis beserta turunannya, kerajinan, kopi, hingga keripik pisang. “Pelaku UMKM agar mempersiapkan dengan menambah kuantitas/stok dan menjaga kualitas produknya. Ini momentum dalam menumbuhkan ekonomi di kota bandar lampung,” ungkapnya.
Biro perjalanan juga diminta menyiapkan paket wisata tiga hari bagi peserta dari luar daerah maupun luar negeri. “Informasinya, banyak jemaah datang dari mancanegara. Pelaku travel kita harus bergerak cepat,” ujarnya.
Menurut Adiansyah, kesiapan sektor pariwisata tidak terlepas dari perkembangan pembangunan kota dalam beberapa tahun terakhir. Masa kepemimpinan Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, disebut memberikan penguatan signifikan terhadap wajah wisata kota.
“Di era Bunda Eva, banyak ruang publik dan ikon wisata yang tumbuh dan tertata lebih baik. Jembatan Milenial, kawasan wisata kuliner, dan sejumlah spot rekreasi kini menjadi magnet bagi wisatawan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembenahan ruang publik tersebut tidak hanya mempercantik kota, melainkan juga memperkuat ekosistem pariwisata—terutama ketika Bandarlampung kedatangan tamu dalam jumlah besar.
Ratusan Ribu Jemaah Diproyeksikan Hadir. Dari sisi panitia, Humas Tabligh Akbar, Firmansyah Alfian, menyebut kegiatan ini diperkirakan dihadiri ratusan ribu jemaah dari berbagai negara. Acara akan berisi rangkaian ibadah intensif seperti tahajud berjemaah, zikir, dan tausiah setelah salat wajib.
“Sekitar 200 dapur akan didirikan sesuai daerah peserta. Ini bukan sekadar agenda keagamaan, tapi gerakan spiritual kolektif umat,” jelasnya.
Gelaran ini juga diperkirakan menggerakkan ekonomi lokal. Ratusan UMKM telah menyiapkan lapak di area kegiatan, sementara pelaku wisata di Bandarlampung dipacu memanfaatkan peluang perputaran ekonomi tersebut.
Sejumlah Tokoh Nasional Diundang, pimpinan ormas Islam, hingga Presiden RI turut diundang. Namun panitia masih menunggu konfirmasi resmi dari presiden.
Dinas Pariwisata berharap seluruh sektor—mulai dari hotel, kuliner, transportasi, hingga UMKM—bersiap memberikan pelayanan terbaik.
“Bunda Eva selalu menekankan agar tamu dari luar daerah disambut dengan keramahan. Ini saat yang tepat untuk menunjukkan bahwa Bandarlampung adalah kota wisata yang aman, nyaman, ramah, dan berkesan,” kata Adiansyah.
Dengan dukungan berbagai pihak serta kapasitas kota yang makin kuat, Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan keagamaan terbesar di Lampung sekaligus momentum memperkenalkan Bandarlampung sebagai kota tujuan wisata yang hidup dan bertumbuh.














